DISARPUS – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Barat bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat, bertempat di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan minat baca, budaya belajar, serta pengembangan sumber daya manusia di daerah. Sebanyak 16 kecamatan mengikuti pengukuhan Bunda Literasi pada kesempatan tersebut.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Barat dalam laporannya menyampaikan bahwa pada 19 Oktober 2025 telah dikukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Kutai Barat, Ny. Maria Christina Frederick Edwin, bertempat di Ruang Olah Bebaya, Pendopo Odah Etam, Samarinda, oleh Bunda Literasi Kalimantan Timur.
Beliau menambahkan, kegiatan ini bertujuan menghadirkan figur tokoh perempuan atau ibu di tingkat kecamatan sebagai motivator dalam menumbuhkan kegemaran membaca serta meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Ir. Lisa Hasliana, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yaitu keluarga dan lingkungan kecamatan.
“Kita semua memahami bahwa ibu memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Dari tangan seorang ibu, kebiasaan membaca mulai dikenalkan. Dari keteladanan seorang ibu, anak-anak belajar mencintai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kehadiran Bunda Literasi bukan sekadar simbol, tetapi merupakan penggerak, inspirator, dan motivator dalam menumbuhkan budaya baca di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bunda Literasi Kutai Barat, Ny. Maria Christiana Mozes, dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada para Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat.
“Saya berharap ibu-ibu sekalian mampu menjadikan momentum hari ini sebagai penanda awal langkah strategis Bunda Literasi untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat,” tuturnya.
Beliau juga menambahkan bahwa Bunda Literasi memiliki peran penting sebagai penggerak dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut, ia berharap para Bunda Literasi Kecamatan dapat berperan aktif dalam menginisiasi dan mengembangkan berbagai program literasi yang inovatif dan berkelanjutan, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat, Bapak Frederick Edwin, dalam sambutannya menyampaikan pesan dan harapan sebagai berikut:
1. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat literasi melalui penyediaan fasilitas pendukung, seperti gedung layanan perpustakaan dan sarana lainnya.
2. Diharapkan terjadi peningkatan indeks gemar membaca di masing-masing kecamatan, sehingga masyarakat terdorong memaksimalkan waktu untuk membaca. Bunda Literasi diharapkan mampu mengubah pola pikir bahwa membaca bukan sekadar tugas, melainkan sebuah kegemaran.
3. Bunda Literasi diajak bekerja dengan penuh semangat demi mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berdaya saing.
4. Dinas Arsip dan Perpustakaan melalui Bunda Literasi Kabupaten diharapkan dapat bersinergi dengan PKK dan pihak lainnya untuk mengintegrasikan program literasi di tingkat kecamatan guna menjangkau masyarakat dan keluarga secara luas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian selendang secara simbolis kepada para Bunda Literasi Kecamatan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bankaltimtara ,Dinas Pendidikan dan SDN 005 Damai, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Gebyar Literasi.
Melalui pengukuhan ini, diharapkan gerakan literasi di Kutai Barat semakin berkembang, membangun generasi yang cerdas, gemar membaca, dan siap bersaing di masa depan.
Selamat kepada para Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat yang telah dikukuhkan, semoga amanah dalam menjalankan peran sebagai penggerak literasi di tengah masyarakat.